Pages

Selasa, 05 Maret 2013

Pemrosesan file dan Sistem Data Base


1. Perbedaan system pemrosesan file dengan system basis data.
Pemrosesan File : menggunakan prinsip setiap aplikasi memiliki data tersendiri.
Kelemahan
1.      Timbulnya data rangkap (redundancy data) dan Ketidakkonsistensi data
(Inconsistency data)
2.       Kesukaran dalam Mengakses Data.
3.      Data terisolir (Isolation Data).
4.       Masalah Pengamanan ( Security Problem ).
5.      Apabila terjadi perubahan atau kesalahan pada program aplikasi maka pemakai tidak dapat mengakses data.
Sistem Basis Data : menggunakan prinsip data disediakan dan dikelola secara terpusat.
Keuntungan sistm basis data
1.      Terkontrolnya kerangkapan data.
2.      Terpeliharanya keselarasan (kekonsistenan) data.
3.      Data dapat dipakai secara bersama (shared).
4.      Keamanan data terjamin.
5.      Terpeliharanya integritas data.
2. Definisi Enterprise,Tuple dan Derajat (Degree):
Enterprise adalah suatu bentuk organisasi seperti bank, universitas, rumah sakit, pabrik dan sebagainya.
Tuple adalah kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu entitas secara lengkap.
Derajat (Degree) adalah jumlah atribut yang dimiliki oleh sebuah table atau relasi.
3. Model data berbasis record:
• Model data relasional (relational)
• Model data hierarkhi (hierarchical)
• Model data jaringan (network)
4. Dua bahasa dalam DBMS :
• DDL (Data Definision Language)
DDL merupakan satu paket bahasa DBMS yang berguna untuk melakukan spesifikasi terhadap skema basis data. Hasil kompilasi dari DDL adalah satu set tabel yang disimpan dalam file khusus yang disebut Data Directory/Dictionery. Sederhananya, DDL adalah bahasa dalam DBMS yang digunakan untuk membuat atau mendefinisikan obyek-obyek di dalam database. DDL merupakan sub bahasa SQL yang digunakan untuk membangun kerangka dari sebuah database
• DML ( Data Manipulation Language )
DML merupakan satu paket DBMS yang memperbolehkan pemakai untuk mengakses atau memanipulasi data sebagaimana yang telah diorganisasikan sebelumnya dalam model data yang tepat.

A. ATRIBUT
Atribut merupakan kolom pada sebuah relasi. Setiap entitas pasti memiliki aribut yang mendeskripsikan karakter dari entitas tersebut. Penentuan atau pemilihan atribut-atribut yang relevan bagi sebuah entitas merupakan hal penting dalam pembentukan model data. Ringkasnya,  atribut merupakan keseluruhan table tersebut.
B.TUPLE
Tuple merupakan baris pada sebuah relasi atau kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu entitas secara lengkap. Satu record mewakili satu data atau informasi tentang seseorang. tuple adalah sub-judul dari sebuah table. pada table diatas yang disebut tuple adalah
·Kode_Matkul
·Nama_Matkul
·SKS
·Semester
·Waktu
·Tempat
·Nama_Dosen
C. DOMAIN
Kumpulan nilai yang valid untuk satu atau lebih atribut . Bisa dikatakan domain adalah penjelasan atau isi dari sub-judul pada sebuah table. Pada table contoh domain adalah ; IF-110 s/d MA-115
D. DERAJAT
Jumlah atribut dalam sebuah relasi. Atau panjangnya atribut. Pada table diatas, yang dimaksud derajat adalah 7 baris dan 5 kolom. Mulai dari Kode_Matkul s/d Ir. Taufik Ismail
E. CARDINALILY
Jumlah tupel dalam sebuah relasi atau jumlah keseluruhan baris dari sub-judul pada sebuah table.  Pada tabel diatas, cardinalily adalah 7 baris, mulai dari sub – judul Kode_Matkul hingga Nama_Dosen.
F. SUPER KEY 
Satu atribut / kumpulan atribut yang secara unik mengidentifikasi sebuah tuple di dalam relasi super key adalah sekumpulan tabel-tabel yang memiliki kaitan dengan sub-judul, contoh : jika diatas adalah jadwal uts maka akan menjadi super key jika ada tambahan tabel yang berjudul nama-nama dosen.
G. PRIMARY KEY
Merupakan satu atribut atau satu set minimal atribut yang tidak hanya mengidentifikasikan secara unik suatu kejadian spesifik, tapi juga dapat mewakili setiap kejadian dari suatu entitas. Candidate key yang dipilih untuk mengidentifikasikan tuple secara unik dalam relasi. Setiap kunci candidate key punya peluang menjadi primary key, tetapi sebaiknya dipilih satu saja yang dapat mewakili secara menyeluruh terhadap entitas yang ada. (gampangnya primary  key pada tabel diatas adalah IF-110 s.d MA-115.

Sabtu, 02 Maret 2013

Basis Data


Basis dapat diartikan sebagai gudang, tempat berkumpul.
Data : di dapat dari yang sudah di bukukan / dituliskan.
Basis data : penyimpanan data secara elektronik  yang tujuannya mudah diatur / manage agar data mudah dicari dan mempunyai manfaat.

Sebuah basis data adalah tempat penyimpanan file data. Sebagai file data, suatu basis data tidak menyajikan informasi secara langsung kepada pengguna. Pengguna harus menjalankan aplikasi untuk mengakses data dari basis data dan menyajikannya dalam bentuk yang bisa dimengerti. 
Ketika bekerja dengan file-file data, suatu aplikasi harus dikodekan agar bekerja dengan struktur masing-masing file data. Biasanya, suatu basis data berisi suatu katalog yang menggunakan aplikasi untuk menentukan cara data diorganisir. Aplikasi basis data umum bisa menggunakan katalog tersebut untuk menampilkan data dengan pengguna dari basis data yang berbeda secara dinamis, tanpa terikat pada format data tertentu.


Istilah basis data
1.     Entitas (obyek pada sebuah lingkungan ) : obyek yang bisa dibedakan.
Contoh : mahasiswa
              Dosen
              OB
              Satpam
              Karyawan
2.    Atribut (ciri – ciri dari entitas) : karakter atau pada ciri – ciri identitas
Contoh : Nama
              Alamat
3.    Nilai dasar / data value (isi data atribut ) : isi data
Contoh : NIM                     Nama                       Alamat
              1229542018         Suhardiman              Gowa
              1229542001         A. Rahmat H             Bulukumba
              1229542027         M. Erick K                Takalar
4.    Kunci elemen data : atribut unit yang bisa membedakan record (tanda pengenal).
5.    Record        : kumpulan data yang terhubung / baris.

Macam – macam pengolah data
1.     dBase
2.    Foxpro
3.    Microsoft Access

Basis data biasanya memiliki dua bagian utama. Pertama, file yang memegang basis data fisik. Kedua, perangkat lunak sistem manajemen basis data (DBMS) menggunakan aplikasi untuk mengakses data. DBMS bertanggung jawab menguatkan struktur basis data, termasuk :
  1. Memelihara hubungan antardata didalam basis data
  2. Memastikan bahwa data tersimpan secara tepat, dan menetapkan aturan hubungan data agar tidak dilanggar
  3. Pemulihan semua data darikegagalan sistem

Alasan Menggunakan Sistem Basis Data :

Ada beberapa alasan mengapa kita menggunakan sistem basis data :
  1. Untuk mengatasi kerangkapan data (redundancy data).
  2. Untuk menghindari terjadinya inkonsistensi data.
  3. Untuk mengatasi kesulitan dalam mengakses data.
  4. Untuk menyusun format yang standar dari sebuah data.
  5. Untuk Penggunaan oleh banyak pemakai (multiple user). Sebuah database bisa dimanfaatkan sekaligus secara bersama oleh banyak pengguna (multiuser).
  6. Untuk melakukan perlindungan dan pengamanan data. Setiap data hanya bisa diakses atau dimanipulasi oleh pihak yang diberi otoritas dengan memberikan login dan password terhadap masing-masing data.
  7. Agar pemakai mampu menyusun suatu pandangan (view) abstraksi dari data. Hal ini bertujuan menyederhanakan interaksi antara pengguna dengan sistemnya dan database dapat mempresentasikan pandangan yang berbeda kepada para pengguna, programmer dan administratornya.

Kelebihan Sistem Basis Data antara lain :
Banyak memanfaat yang dapat kira peroleh dengan menggunakan basis data. Manfaat/kelebihan basis data diantaranya adalah :

  1.  Kecepatan dan kemudahan (speed)
Dengan menggunakan basis data pengambilan informasi dapat dilakukan dengan cepat dan mudah. Basis data memiliki kemampuan dalam mengelompokan, mengurutkan bahkan perhitungan dengan metematika. Dengan perancangan yang benar, maka penyajian informasi akan dapat dilakukan dengan cepat dan mudah.
  2.  Kebersamaan pemakai
Sebuah basis data dapat digunakan oleh banyak user san banyak aplikasi. Untuk data-data yang diperlukan oleh banyak orang/bagian. Tidak perlu dilakukan pencatatan dimasing-masing bagian, tetapi cukup dengan satu basis data untuk dipakai bersama. Misalnya data mahasiswa dalam suatu perguruan tinggi, dibutuhkan oleh banyak bagian, diantaranya: bagian akademik, bagian keuangan, bagian kemahasiswaan, dan perpustakaan. Tidak harus semua bagian ini memiliki catatan dan semua bagian bisa mengakses data tersebut sesuai dengan keperluannya.
 3.    Pemusatan control data
karena cukup dengan satu basis data unutk banyak keperluan, pengontrolan terhadap data juga cukup dilakuan di satu tempat saja. Jika ada perubahan data alamat mahasiswa misalnya, maka tidak perlu kita meng-update semua data dimasing-masing bagian tetapi cukup hanya disatu basis data.
 4.   Efesiensi ruang penyimpanan (space)
Dengan pemakain bersama, kita tidak perlu menyediakan tempat penyimpanan diberbagai tempat, tetapi cukup satu saja sehingga ini akan menghemat ruang penyimpanan data yang dimilikioleh sebuah organisasi. Dengan teknik perancangan basis data yang benar, kita akan menyederhanakan penyimpanan sehingga tidak semua data harus disimpan.
  5.   Keakuratan (Accuracy)
Penerapan secara ketat aturan tipe data, domain data, keunikan data, hubungan antara data, dan lain-lain, dapat menekan keakuratan dalam pemasukan/penyimpanan data.
  6.   Ketersediaan (availability)
Dengan basis data kita dapat mem-backup data, memilah-milah data mana yang masih diperlukan dan data mana yang perlu kita simpan ke tempat lain. Hal ini mengingat pertumbuhan transaksi suatu organisasi dari waktu ke waktu membutuhkan media penyimpanan yang semakin besar.

  7.  Keamanan (Security)
Kebanyakan DBMS dilengkapi dengan fasilitas manajemen pengguna diberikan hak akses yang berbeda-beda sesuai dengan pengguna dan posisinya. Basis data bisa diberikan passwordnya untuk membatasi orang yang mengaksesnya.
  8.   Kemudahan dalam pembuatan program aplikasi baru
Pengguna basis data merupakan bagian dari perkembangan teknologi. Dengan adanya basis data pembuatan aplikasi bisa memanfaatkan kemampuan dari DBMS, sehingga pembuatan aplikasi tidak perlu mengurusi penyimpanan data, tetapi cukup mengatur interface untuk pengguna.
  9.   Pemakaian secara langsung
Basis data memiliki fasilitas untuk melihat datanya secara langsung dengan tool yang disediakan oleh DBMS. Untuk melihat data, langsung ke table ataupun menggunakan query. Biasanya yang menggunakan fasilitas ini adalah user yang sudah ahli, atau database administrator.
10.   Kebebasan data (Data Independence)
Jika sebuah program telah selesai dibuat, dan ternyata ada perubahan isi/struktur data. Maka dengan basis data, perubahan ini hanya perlu dilakukan pada level DBMS tanpa harus membongkar kembali program aplikasinya.
11.   User view
Basis data penyediaan pandangan yang berbeda-beda untuk tiap-tiap pengguna. Misalnya kita memiliki data-data dari perusahaan yang bergerak dibidang retail. Data yang ada berupa data barang, penjualan, dan pembelian. Ada beberapa jenis pengguna yang memerlukan informasi terkait dengan data perusahaan tresebut. Mereka adalah pelanggan, kasir, bagian gudang, bagian akutansi dan manajer. 
Tidak semua data boleh diakses oleh semua pengguna. Misalnya kasir dia hanya boleh berhak melihat informasi nama barang dan harga jualnya. Sementara itu dia berhak untuk memasukan data penjualan . berbeda dengan pelanggan yang hanya melihat data keberadaan barang dan harga jual tetapi tidak berhak memasukan atau merubah data. Sementara itu bagian akutansi berhak melihat keuntungan dari tiap-tiap barang untuk menganalisa data akutansinya.Basis data mampu memberikan layanan organisasi seperti ini.
Kekurangan Sistem Basis Data antara lain :
         1. Lebih Mahal 
            Sistem basis data membutuhkan sumber daya yang tinggi, terlebih untuk melakukan perawatan secara berkala.

         2. Proses back up cukup memakan waktu.
            Sistem basis data mencakup banyak file, sehingga jika dilakukan back up akan menghabiskan waktu.
         3. Bila ada akses yang tidak benar, kerusakan dapat terjadi.
            Kesalahan dalam mengakses bisa menyebabkan berbagai masalah, terutama oleh sembarang pengguna.
         4. Sistem lebih rumit, sehingga memerlukan tenaga spesial.
            Sistem basis data sangat kompleks, tidak sembarang orang bisa menanganinya. Terutama dengan berbagai macam resiko, sehingga hanya orang ahli yang hanya bisa menanganinya.